MAMASA — Peran baru yang diminta tidak sekadar mengelola informasi, tetapi ikut mendampingi dan memvalidasi data penerima manfaat bantuan sosial di tingkat tapak. Ridwan menekankan keterlibatan komunitas lokal jadi kunci agar penyaluran program bansos tepat sasaran hingga ke desa.
Pembekalan yang diberikan mencakup tata kelola pengembangan organisasi, skema penganggaran, hingga peran strategis dalam pengawalan bantuan sosial. Materi Sulbar digital turut dibawakan dalam kegiatan tersebut.
Pemberdayaan KIM sebagai agen Perlinsos disebut sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Gubernur menginginkan seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif mengawasi serta memperkuat program perlindungan sosial.
Ridwan menilai keterlibatan aktif KIM krusial untuk meminimalisasi kendala teknis dan keluhan masyarakat terkait usulan data penerima manfaat. Validasi di tingkat tapak diharapkan menekan kesalahan data yang selama ini jadi sumber keluhan warga.
Ridwan mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti pembekalan. Menurutnya, edukasi yang diberikan tidak berhenti pada soal pengembangan organisasi.
"Luar biasa antusias dari peserta kita, kemudian kita juga memberikan informasi tidak hanya persoalan pengembangan KIM, tapi juga penganggaran termasuk menyampaikan bagaimana KIM bisa menjadi agen perlinsos (perlindungan sosial)" ujar Ridwan.
Ia menambahkan, peran optimal KIM di berbagai aspek dibutuhkan agar kebutuhan masyarakat dan peningkatan kuantitas kemajuan di setiap desa bisa diwujudkan.
"Ini penting supaya KIM berperan betul-betul optimal dalam berbagai aspek sehingga setiap kebutuhan masyarakat bagaimana peningkatan kuantitas kemajuan di setiap desa itu bisa diwujudkan," tegasnya.
Melalui penguatan peran ini, KIM diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang responsif antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi. Peran tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh desa di Sulawesi Barat.
Kegiatan Sentra KIM di Mamasa menjadi salah satu titik pembekalan bagi komunitas informasi masyarakat di wilayah itu. Pemerintah provinsi menargetkan peran agen Perlinsos ini berjalan di desa-desa yang memiliki KIM aktif.