MAMUJU — Kepolisian Daerah Sulawesi Barat melalui Direktorat Binmas menegaskan kesiapan mengawal setiap program keagamaan yang berdampak positif bagi warga. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan lintas sektoral yang mempertemukan pimpinan instansi dan lembaga keagamaan Islam se-Sulbar.
Wakil Direktur Binmas Polda Sulbar AKBP Abidin Rasyid mewakili Dirbinmas dalam forum itu. Ia menyebut sinergi antara pemerintah dan ulama sebagai kunci terciptanya kamtibmas yang kondusif di daerah.
Pertemuan strategis tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan diimplementasikan secara nyata di lapangan. Kesepakatan pertama menyangkut penyelarasan program pemerintah dengan agenda organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Kedua, forum menyepakati pengaktifan peran masjid sepanjang waktu. Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat pelayanan sosial.
Peran baru masjid mencakup ruang penyelesaian masalah warga serta tempat pelayanan yang ramah bagi para musafir. Perubahan fungsi ini diharapkan memperkuat masjid sebagai simpul sosial di tingkat kampung dan kelurahan.
AKBP Abidin Rasyid menekankan bahwa keamanan wilayah tidak bisa dicapai sepihak. Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing masyarakat.
"Kami dari jajaran Polda Sulbar siap bersinergi dan mendukung penuh langkah-langkah strategis yang dilahirkan dalam forum ini. Kamtibmas yang kondusif hanya bisa dicapai jika umara (pemerintah) dan ulama berjalan beriringan dalam menjaga kerukunan serta membimbing masyarakat," tutur AKBP Abidin Rasyid.
Pernyataan itu menegaskan posisi Ditbinmas sebagai penghubung antara kepolisian dan lembaga keagamaan di Sulbar. Pendekatan ini menempatkan ulama sebagai mitra kerja, bukan sekadar objek pembinaan.
Kegiatan silaturahmi ini diinisiasi untuk mempererat tali persaudaraan antarpimpinan lintas sektoral. Tujuannya membangun daerah yang aman dan harmonis melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Seluruh instansi yang hadir menutup pertemuan dengan optimisme tinggi. Kebersamaan dan kolaborasi yang telah disepakati diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata demi menciptakan Provinsi Sulawesi Barat yang semakin aman, rukun dan sejahtera.