MAMUJU — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menggandeng Dinas Perpusip Kabupaten Mamuju untuk menggelar pengisian Kuesioner Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di SMKN 1 Rangas, Senin, 12 Oktober 2026. Sebanyak 100 siswa dilibatkan dalam pengumpulan data yang menjadi bagian dari akselerasi pemenuhan target literasi nasional tersebut.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan Monitoring dan Evaluasi Pojok Baca di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi vertikal Sulawesi Barat. Perpusip menargetkan data TGM yang terkumpul bisa menggambarkan potret riil minat baca warga di daerah itu.
Target minimal yang ditetapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk Kabupaten Mamuju berada di angka 400 responden. Hingga Jumat pekan lalu, catatan Perpusip menunjukkan partisipasi baru menyentuh angka 203 responden.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Dinas Perpusip Sulbar, Thimotius, menyebut partisipasi 100 siswa SMKN 1 Rangas Mamuju baru langkah awal. Pihaknya mendorong seluruh elemen sekolah mulai dari tenaga pendidik hingga staf kependidikan turut ambil bagian.
"Harapan kami bukan hanya 100 siswa yang mengisi, tetapi seluruh siswa, guru, dan staf juga ikut berpartisipasi," kata Thimotius di sela-sela kegiatan, Senin.
Menurutnya, jumlah responden yang lebih besar akan membuat data yang diperoleh semakin valid. "Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin valid data yang kita peroleh untuk mendukung upaya pengumpulan data tingkat kegemaran membaca," ujar Thimotius menambahkan.
Penguatan literasi di kalangan pelajar dinilai berkelindan erat dengan agenda pembangunan daerah. Gerakan survei TGM disebut sejalan dengan program Mandarras serta visi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan sebagai prioritas utama.
Melalui data TGM yang komprehensif, pemerintah daerah berharap tidak hanya mengejar kepatuhan administratif kuota responden. Data itu akan dimanfaatkan sebagai basis data penting atau evidence-based policy.
Data TGM kelak menjadi pijakan evaluasi dalam merumuskan kebijakan intervensi literasi yang lebih presisi. Pemerintah daerah menargetkan kebijakan tersebut berdampak langsung pada masyarakat Sulawesi Barat.
Perpusip Sulbar belum memerinci jadwal lanjutan pengumpulan data setelah kegiatan di SMKN 1 Rangas Mamuju. Namun, kolaborasi dengan Dinas Perpusip Kabupaten Mamuju akan terus dilakukan untuk mengejar sisa target responden.