SULAWESI BARAT — Delapan musisi perempuan dari Amerika Latin muncul sebagai penggerak utama suara klub dan dansa di kawasan tersebut. Mereka bergerak dari baile funk Brasil, neoperreo Argentina, hingga guaracha Meksiko yang kini terdengar di pesta-pesta dunia. Sejumlah nama bahkan telah tampil di Lollapalooza dan Primavera Sound.
Industri musik dansa elektronik Amerika Latin tumbuh pesat sejak awal milenium. Berbagai ritme lokal diolah ulang di pesta blok, kamar tidur, hingga klub mega di seluruh kawasan. Gelombang itu melahirkan bintang besar seperti 3BallMTY dan Erick Rincón dari Meksiko, lalu Fumaratto dari Kolombia, hingga DJ Babatr dari Venezuela dengan raptor house-nya.
Namun keterlibatan perempuan dalam gerakan klub Amerika Latin lama tertinggal, meski bakatnya melimpah. Kondisi itu mulai berubah berkat label dan kolektif seperti NAAFI di Meksiko, Hiedrah di Argentina, dan Salviatek di Uruguay. Pesta Mamba Negra di Brasil bahkan menjadikan pengangkatan perempuan, kelompok queer, dan orang kulit berwarna sebagai prinsip utama.
Sofía Insua lebih dulu dikenal sebagai vokalis band shoegaze Guatemala, Easy Easy, menggantikan Jesse Baez. Ia kemudian pindah ke New York dan merilis trek solo dengan nama aLex vs aLex pada 2024, mengeksplorasi suara alt-R&B yang menggoda.
Titik terobosannya datang lewat kolaborasi dengan vokalis Divino Niño, Camilo Medina alias S.3.R, di singel "centro aLt". Lagu itu memadukan reggaeton dan vallenato, membawa Insua ke lantai dansa dan menjadi fondasi EP barunya, cliché. Ia juga pernah membuka penampilan Rusowsky dan Ralphie Choo, serta tur musim semi bersama Chet Faker.
Perempuan trans dan femme menjadi penentu arah scene musik dansa Brasil. Vita Pereira lebih dulu dikenal sebagai separuh duo Irmãs de Pau bersama penyanyi dan rapper Isma, memadukan baile funk dengan ballroom. Ia lalu bersolo karier lewat Vita's House.
Album itu melibatkan sejumlah produser besar Brasil seperti CyberKills, Badsista, dan d.silvestre, yang memperkaya palet soniknya dengan guaracha dan techno. Vokal sensual di sepanjang album memuncak jadi jeritan primal di atas beat raksasa, menangkap ekstasi dan agoninya pembebasan queer.
Six Sex adalah alias dari Francisca Cuello, ikon perreo-rave Argentina yang kini jadi it-girl Amerika Selatan. Ia sudah berkolaborasi dengan Dillom dan Emilia Mernes, serta tampil di trek milik Shy Girl dan Yeri Mua. Namanya meledak pada 2024 lewat EP Satisfire.
Album debutnya, Ultra, dirilis musim panas ini dengan beat gabber jenuh, visual megah terinspirasi sinema horor, dan eksplorasi sisi gelap kenikmatan. Sepanjang tahun ini ia tampil di Lollapalooza Argentina, Chile, dan Chicago, plus Primavera Sound Barcelona. Tur Eropa dan Amerika Serikatnya juga sold out.
Akriila muncul sebagai anomali di scene trap Chile. Ia lebih dulu mencuri perhatian dengan gaya tatapan tajam dan lirik yang berani, sebelum melebarkan sayap ke suara klub yang lebih eksperimental. Posisinya menunjukkan bahwa perempuan tak lagi sekadar pelengkap di panggung elektronik Amerika Latin.
Gerakan ini menegaskan satu hal: lantai dansa bisa jadi ruang perlindungan sekaligus perlawanan. Dari baile funk mutan hingga gelombang baru techno-pop, perempuan Amerika Latin kini memimpin suara dan scene yang mereka bangun sendiri.