MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menghormati mekanisme internal Polri dalam pergantian jabatan Kapolda Sulbar. Suhardi Duka menegaskan bahwa pihaknya berharap kerja sama yang telah terbangun bersama Irjen Pol Adi Deriyan dapat dilanjutkan di bawah kepemimpinan Irjen Pol Totok Suharyanto.
Menurut Suhardi, malam kenal pamit merupakan tradisi bagi pejabat tinggi daerah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian selama menjalankan tugas di suatu wilayah. Tradisi itu, katanya, sekaligus menjadi ruang untuk menyambut pejabat baru dengan harapan sinergi yang lebih kuat.
Suhardi menilai Irjen Pol Adi Deriyan sebagai sosok yang baik, kooperatif, dan bersahabat. Hubungan kerja yang terjalin selama ini disebutnya menjadi salah satu hal yang membuat kepergian Adi Deriyan terasa berat.
"Pak Irjen Pol Adi Deriyan merupakan Kapolda yang hampir bersamaan dengan saya. Beliau orang baik, sangat kooperatif, dan bersahabat. Karena itu, kita juga agak sedih melepas beliau," ujar Suhardi Duka.
Gubernur menyebut masa tugas Adi Deriyan selama kurang lebih 13 bulan di Sulbar relatif singkat. Meski demikian, waktu tersebut telah diisi dengan berbagai kontribusi bagi daerah, salah satunya dukungan terhadap sektor pangan khususnya komoditas jagung.
Suhardi menegaskan bahwa peran dan fungsi kepolisian sangat penting dalam menciptakan kondisi kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. Stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta penegakan hukum merupakan unsur yang harus terus dijaga.
"Peran dan fungsi polisi dalam menyukseskan pembangunan sangat tinggi. Karena itu, peran tersebut perlu kita sinergikan agar stabilitas, keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum menjadi bagian penting dalam pembangunan di daerah," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulbar berharap hubungan harmonis dengan Polda Sulbar semakin kuat di bawah kepemimpinan Irjen Pol Totok Suharyanto. Dengan begitu, upaya menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, dan percepatan pembangunan dapat berjalan beriringan demi kepentingan masyarakat Sulawesi Barat.