MAMUJU — Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Barat membuka Kejuaraan E-Sport Sulawesi Barat 2026 di Mamuju. Ajang tersebut mempertandingkan empat nomor, yakni Mobile Legends, E-Football, Free Fire, dan PUBG Mobile, dengan peserta sekitar 450 orang yang datang dari seluruh kabupaten di provinsi itu.
Pembukaan kejuaraan menjadi panggung KONI Sulbar menyampaikan arah pembinaan baru. E-sport ditempatkan sebagai sektor yang paling diharapkan menyumbang medali pada ajang nasional mendatang.
Ketua Umum KONI Sulbar Syamsul Samad menjelaskan, format pembinaan olahraga di daerahnya mengalami penyesuaian. Pekan Olahraga Provinsi yang semula direncanakan sebagai multi-event lima tahunan dialihkan menjadi single event atau kejuaraan provinsi di masing-masing cabang olahraga.
"Kita sudah memutuskan bahwa Porprov tidak dilaksanakan dalam bentuk multi-event, tetapi kita tetap melaksanakan single event bagi seluruh cabang olahraga," kata Syamsul.
Keputusan tersebut mengubah peta kompetisi di Sulbar. Setiap cabang olahraga kini berlomba di kejuaraan provinsinya sendiri, bukan lagi berkumpul dalam satu gelaran multi-event.
Syamsul menilai e-sport memegang peran strategis untuk mendongkrak capaian prestasi Sulbar di kancah nasional. Potensi atlet muda di daerah ini cukup besar, bahkan beberapa di antaranya sudah menembus kompetisi tingkat internasional.
"Salah satu harapan kita yang bisa menggeser peringkat (Sulbar di PON) itu adalah dari e-sport," ujarnya.
Kejuaraan di Mamuju menjadi salah satu tahap penjaringan atlet untuk kebutuhan pembinaan jangka panjang. Empat nomor yang dipertandingkan merupakan kategori yang juga dilombakan di ajang nasional.
KONI Sulbar memastikan skema pendanaan untuk pembinaan dan pelaksanaan kejuaraan tiap cabang olahraga tetap berjalan bertahap. Daerah tengah menghadapi tantangan kondisi fiskal, tetapi pembinaan atlet tidak dihentikan.
"Mudah-mudahan dalam kondisi yang tidak menentu hari ini secara fiskal, kita tetap dapat survive untuk meraih prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional," tegas Syamsul.
Sejumlah atlet muda Sulbar disebut sudah menembus kompetisi tingkat internasional. KONI Sulbar berharap jalur e-sport mempercepat peningkatan peringkat provinsi pada PON 2028.