4 Warga Mamasa Terjebak Karhutla Saat Padamkan Api di Bukit, Dievakuasi Tim Gabungan

Penulis: Xander Situmorang  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:01:02 WIB
Tim gabungan mengevakuasi empat warga yang terjebak saat memadamkan kebakaran lahan di perbukitan Mamasa.

MAMASA — Kepala Pelaksana BPBD Polman, Alfredi, menyatakan keempat warga awalnya melakukan pemadaman manual terhadap bangunan sekolah yang berada di atas bukit dan hampir terbakar. Upaya itu berujung petaka karena api justru mengepung mereka dari segala arah.

Keempat korban masing-masing Demianus (44), Semuel (53), Bonga Lagi (64), dan Abner (34). Mereka tidak bisa keluar dari area sekolah saat api semakin membesar.

Berteriak Minta Tolong, Dievakuasi Tim Gabungan

Petugas mengetahui keberadaan korban setelah mendengar suara teriakan warga yang meminta pertolongan. Tim gabungan bergerak menembus kepungan api untuk mengevakuasi mereka.

"Sehingga mereka berteriak dan minta tolong, dengan perjuangan TIM maka semua warga yang terkepung api masih dapat dievakuasi," kata Alfredi.

Seluruh korban dipastikan dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka bakar serius dari peristiwa tersebut.

Lahan Non-Produktif 5 Hektare di Perbukitan Terbakar

Kasi Humas Polres Mamasa Iptu Andi Panaungi menuturkan, area yang terbakar merupakan lahan non-produktif seluas lima hektare di perbukitan. Lahan itu ditumbuhi semak belukar dan pohon pinus.

"Titik api berada di area perbukitan berupa lahan non-produktif seluas kurang lebih lima hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pohon pinus," tutur Andi.

Lokasi kebakaran yang berada di dataran tinggi menyulitkan petugas menjangkau titik api. Kondisi angin dan material semak yang kering mempercepat rambatan api ke area sekitar.

Dugaan Penyebab: Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Polisi menduga karhutla dipicu kelalaian warga saat membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Cara tersebut masih lazim dilakukan sebagian warga di wilayah perbukitan Mamasa.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian warga dalam membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar," pungkas Andi.

BPBD dan Polres Mamasa mengimbau warga menghentikan pembakaran lahan, terutama selama musim kemarau. Petugas masih melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top