SULAWESI BARAT — Nilai jual Wuling Aira ev terdaftar hanya Rp 82 juta hingga Rp 92 juta di basis data Bapenda, jauh di bawah harga jualnya yang mulai Rp 155 juta. Selisih ini muncul karena NJKB cuma satu komponen penyusun harga, sementara pajak kendaraan listrik masih dibebaskan penuh. Pemilik hanya menanggung SWDKLLJ Rp 143 ribu per tahun.
Penelusuran di laman Bapenda Jakarta dan Bapenda Jabar menemukan Wuling Aira ev terdaftar dengan kode 112C E2D (4x2) AT. Di laman Samsat Jakarta, mobil serupa tercatat dengan kode 112C E1C. Dua kode itu mewakili varian berbeda dengan nilai jual masing-masing Rp 82 juta dan Rp 92 juta.
Angka itu bukan patokan harga jual ke konsumen. NJKB hanya salah satu komponen, dan masih ada biaya lain seperti pajak yang ikut menentukan banderol akhir. Untuk kendaraan listrik, komponen pajaknya justru masih dibebaskan.
Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua pilihan varian. Harga varian terendah Rp 155 juta, sementara varian tertinggi Rp 175 juta. Keduanya menempatkan Aira ev sebagai mobil listrik termurah di pasar Indonesia saat ini.
Selisih harga antara kedua varian ditentukan oleh kapasitas baterai dan jarak tempuh. Varian Standard Range mengklaim jarak hingga 205 km (CLTC), sedangkan Long Range mencapai 301 km (CLTC).
Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian menyebut perakitan baterai di dalam negeri sebagai faktor utama penekanan biaya produksi.
"Wuling Aira ev baterainya sudah dirakit lokal, dan itu bisa membantu kita (Wuling) juga untuk menekan biaya produksi," ujar Ricky belum lama ini.
Perakitan berlangsung di fasilitas Wuling di Cikarang. Meski begitu, Ricky mengakui komponen utama baterai masih didatangkan dari pusat SGMW di China.
"Baterainya sudah dirakit lokal di Cikarang, tapi untuk komponen utamanya masih dari headquarter kami dari SGMW pusat (di China)," jelasnya.
Pemilik Wuling Aira ev tidak dikenai pajak kendaraan bermotor. Yang dibayarkan hanya SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu setiap tahun. Skema ini berlaku selama insentif kendaraan listrik masih berjalan.
Beban tahunan yang rendah itu menambah daya tarik Aira ev di segmen kendaraan listrik murah. Namun calon pembeli tetap perlu menghitung biaya kepemilikan lain, termasuk asuransi dan penggantian komponen baterai dalam jangka panjang.
Aira ev sudah dilengkapi DC Fast Charging. Dengan fitur itu, pengisian daya dari 30% ke 80% diklaim hanya butuh sekitar 35 menit.
Radius putar sekitar 4,5 meter membuat mobil ini lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun saat parkir di ruang sempit. Konfigurasi empat pintu memudahkan akses keluar masuk kabin, sementara kapasitas bagasi mencapai 838 liter.
Kombinasi harga di bawah Rp 200 juta, pajak nol, dan biaya pengisian yang lebih murah dari bahan bakar membuat Aira ev menyasar pembeli mobil listrik pertama. Nilai jual yang tercatat di Bapenda tidak perlu dikhawatirkan selama pemilik memahami bahwa NJKB bukan harga transaksi.