MAMUJU — Sandeq, perahu tradisional masyarakat Mandar, menjadi salah satu warisan budaya paling khas dari Sulawesi Barat. Penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2014 menempatkan perahu ini dalam domain teknologi tradisional, dengan Sulawesi Barat sebagai daerah asal.
Nama Sandeq berasal dari bahasa Mandar yang berarti runcing. Sebutan itu merujuk pada bentuk haluan perahu yang lancip, berbeda dari perahu nelayan kebanyakan.
Sandeq dikenal sebagai perahu bercadik dengan layar berbentuk segitiga. Bentuknya ramping sehingga bisa melaju hanya dengan memanfaatkan kekuatan angin.
Masyarakat pesisir Mandar memakai Sandeq untuk berbagai aktivitas di laut. Mulai dari mencari ikan, menjadi sarana transportasi, hingga perdagangan antarpulau pada masa lalu.
Perahu ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Sulawesi Barat. Bagi nelayan, laut bukan sekadar tempat mencari penghasilan, tetapi juga bagian dari kehidupan yang dihormati.
Sejarah Sandeq tidak lepas dari kemampuan masyarakat Mandar membaca kondisi laut dan angin. Pengetahuan itu diwariskan dari generasi ke generasi.
Para pelaut Mandar memanfaatkan pengalaman mereka untuk menentukan waktu berlayar, membaca arah angin, serta menghadapi kondisi laut yang berubah.
Dalam perkembangannya, Sandeq mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Salah satu penelitian mengenai sejarah Sandeq menyebutkan perkembangan bentuk perahu ini berkaitan dengan inovasi para pembuat perahu di wilayah Mandar, termasuk di Pambusuang, Polewali Mandar.
Perubahan itu menunjukkan Sandeq bukan warisan yang beku. Bentuknya terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang menggunakannya.
Saat ini perahu bermesin sudah banyak digunakan nelayan. Meski begitu, keberadaan Sandeq tetap dipertahankan oleh masyarakat Mandar.
Perahu tradisional ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah. Sandeq juga menjadi identitas budaya masyarakat Mandar dan Sulawesi Barat.
Pelestarian Sandeq terus dilakukan melalui berbagai kegiatan budaya. Pengenalan dan perlombaan Sandeq menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali perahu tradisional Mandar kepada generasi muda.
Di balik bentuknya yang sederhana, Sandeq menyimpan pengetahuan tentang laut, keterampilan membuat perahu, keberanian para pelaut, serta sejarah panjang masyarakat Mandar.
Bagi Sulawesi Barat, Sandeq menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya tidak hanya berada di daratan. Kekayaan itu juga lahir dari kehidupan masyarakat yang sejak dahulu menjadikan laut sebagai bagian penting dari kehidupannya.