SULAWESI BARAT — Desain modul kamera pil horizontal ala iPhone Air kini merambah HP Android kelas Rp1 jutaan, dan Tecno Spark Go 5G jadi yang termurah dengan baterai 6.000 mAh. Daftar ini merangkum delapan pilihan dari Rp1,8 juta hingga kelas premium, cocok buat kamu yang bosan tampilan boba besar tapi tetap ingin spesifikasi layak pakai harian.
iPhone Air membawa bahasa desain baru lewat modul kamera berbentuk pil memanjang horizontal di punggung bodi, bukan boba besar yang sudah bertahun-tahun jadi standar pabrikan. Sejumlah merek Android menyambar tren itu dengan cepat, bahkan menurunkannya ke segmen yang jauh lebih murah. Berikut delapan pilihan yang sudah mengadopsi modul kamera horizontal, diurutkan dari yang paling ramah kantong.
Ini yang paling murah di daftar. Modul kamera belakangnya memanjang horizontal di bagian atas bodi, menampung kamera utama 50 MP. Layar mendukung refresh rate 120 Hz, dan baterai jumbo 6.000 mAh jadi nilai jual terbesarnya di kelas ini.
Pengisian dayanya 18 watt, terbilang standar untuk harga segini. Varian 4/128 GB dibanderol sekitar Rp1,8 juta. Buat yang cari tampilan beda dengan anggaran ketat, ini titik masuk paling logis.
Masih dari Tecno, Spark 50 5G mengusung modul horizontal dengan satu sensor utama 50 MP di tengah. Bentuknya disebut paling mendekati konsep iPhone Air di daftar ini.
Layarnya 6,78 inci HD+ dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan 560 nits. Harga mulai Rp3 juta untuk varian 4/128 GB dan Rp3,4 juta untuk 6/128 GB. Kombinasi desain elegan dan harga menengah, cocok buat yang ingin tampilan premium tanpa merogoh kocek dalam.
Salah satu perangkat di daftar ini mencatat ketebalan bodi hanya 5,95 mm, menjadikannya yang paling ramping. Modul kamera berbentuk kapsul horizontal membentang di bagian atas, memuat dua kamera dengan sensor utama 50 MP.
Bobotnya ringan dan terasa premium di tangan, padahal harganya masih di bawah Rp4 juta. Untuk kamu yang mengutamakan ergonomi dan desain tipis, opsi ini layak masuk pertimbangan.
Nubia Air tampil dengan bodi ramping 6,7 mm, sementara bagian tertipisnya menyentuh 5,9 mm. Modul kameranya berbentuk pil horizontal yang disebut sangat mirip iPhone Air.
Pendekatan desainnya konsisten: garis kamera menyatu dengan bodi, bukan menonjol seperti boba konvensional. Sayangnya, detail spesifikasi lengkap dan harga resmi untuk pasar Indonesia belum disebutkan dalam sumber yang ada.
Modul kamera horizontal memberi kesan visual yang lebih bersih dibanding boba besar. Garisnya memanjang sejajar bodi, sehingga punggung ponsel terlihat lebih rapi dan tipis. Pabrikan juga lebih mudah menyelaraskan modul dengan warna dan tekstur bodi.
Bagi pembeli, tren ini menawarkan alternatif tampilan tanpa harus membayar harga flagship. Tapi perlu diingat, desain saja tidak menentukan kualitas kamera. Sensor 50 MP di kelas Rp1–4 juta biasanya masih kalah dalam hal dynamic range dan performa low-light dibanding ponsel kamera serius di harga lebih tinggi.
Kalau prioritasmu baterai jumbo dan harga termurah, Tecno Spark Go 5G di Rp1,8 juta jadi pilihan paling masuk akal. Naik ke Rp3 jutaan, Tecno Spark 50 5G menawarkan layar lebih besar dan desain lebih matang.
Sementara untuk yang mengutamakan bodi super tipis, dua opsi terakhir di daftar ini layak dicek, meski informasi harga dan ketersediaan resminya masih terbatas. Desain horizontal kini bukan lagi eksklusif kelas premium, dan itu kabar baik buat pembeli dengan anggaran terbatas.