MAJENE — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Syekh Abdul Mannan, Salabose, Kabupaten Majene, berlangsung khidmat dengan kehadiran langsung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Dalam sambutannya, Suhardi menegaskan bahwa Salabose memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Majene.
Menurut Gubernur, tradisi Maulid di Salabose adalah yang pertama dilaksanakan dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Barat. Hal ini menjadikannya memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
"Tidak ada wilayah lain yang melaksanakan Maulid sebelum pelaksanaan Maulid di Salabose, karena memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," ujar Suhardi Duka.
Kegiatan bertema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia, Berkarakter dan Berlandaskan Kearifan Lokal" ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Majene bekerja sama dengan Keluarga Besar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, yang turut mendampingi Gubernur, menilai peringatan Maulid di Salabose bukan hanya memiliki dimensi keagamaan. Menurutnya, tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
"Salabose memperlihatkan kepada kita bahwa nilai agama, sejarah, dan budaya dapat tumbuh secara harmonis. Tradisi seperti ini harus terus kita rawat, karena di dalamnya terdapat identitas, kearifan lokal, sekaligus nilai pendidikan yang sangat berharga bagi generasi penerus," jelas Bau Akram.
Bau Akram menegaskan bahwa peringatan Maulid harus menjadi momentum untuk menghayati kepribadian Rasulullah SAW, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan nilai-nilai keteladanan dalam sikap dan perilaku keseharian.
"Kejujuran, amanah, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat mesti terus kita hidupkan, terutama dalam membangun generasi dan daerah kita," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Suhardi Duka berharap peringatan Maulid dapat mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan masyarakat. Ia menyebut nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Sulawesi Barat yang maju, harmonis, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
Dari sisi kelembagaan, Dispoparekraf Sulbar memandang kekayaan budaya seperti tradisi Maulid di Salabose sebagai aset daerah yang memiliki nilai besar. Bau Akram menekankan pentingnya menjaga keaslian dan marwah tradisi ini sambil memperkenalkannya secara lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya dan tradisi keagamaan Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Majene A. Achmad Syukri, Wakil Bupati Majene, Ketua DPRD Kabupaten Majene, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, unsur Forkopimda, serta tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat Salabose.