SULAWESI BARAT — Berdasarkan data pantauan pasar yang dirilis Marketeers, kenaikan harga terpantau merata di sejumlah segmen kualitas bawah. Kondisi ini menjadi perhatian pelaku usaha karena beras kualitas bawah biasanya menjadi barometer daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Kenaikan harga beras pada hari ini utamanya didorong oleh segmen kualitas bawah yang kompak naik. Sementara itu, harga beras kualitas medium dan premium cenderung lebih stabil, menunjukkan pola pergerakan yang berbeda antar segmen kualitas.
Berikut pergerakan harga beras pada Jumat (21/8):
Kenaikan harga di segmen bawah ini tidak terlepas dari pola konsumsi rumah tangga yang cenderung meningkat. Permintaan terhadap beras dengan rentang harga lebih terjangkau biasanya menguat menjelang akhir pekan, seiring dengan aktivitas belanja harian masyarakat.
Di sisi lain, distribusi dari sentra produksi ke pasar konsumen masih berjalan normal. Namun, fluktuasi harga di tingkat pedagang besar kerap menjadi sinyal awal yang direspons cepat oleh pedagang eceran.
Para pelaku usaha di pasar induk memperkirakan pergerakan harga masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ketersediaan stok di gudang penyimpanan disebut masih mampu memenuhi permintaan pasar, sehingga potensi kenaikan harga yang tajam dinilai relatif terbatas.
Pedagang pun diimbau untuk terus memantau perkembangan harga di tingkat distributor agar dapat mengatur strategi pembelian. Sementara itu, konsumen diharapkan dapat menyesuaikan pola belanja dengan memanfaatkan momentum harga yang masih wajar.