SULAWESI BARAT — Gempa yang melanda NTT dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran akan terhentinya layanan publik, termasuk pasokan energi. Namun, Pertamina Patra Niaga menjamin operasional tetap berjalan. Perusahaan memastikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak buka normal, didukung kesiapan para pekerja di lapangan yang memilih tetap bertugas demi menjaga denyut energi masyarakat.
Kepala Area Pertamina Patra Niaga setempat menyebutkan, koordinasi cepat dilakukan dengan tim tanggap darurat untuk memantau kondisi infrastruktur secara berkala. "Kami memastikan stok BBM aman dan distribusi berjalan lancar. Para operator dan awak mobil tangki tetap siaga," ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis, Selasa (15/4).
Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman BBM ke SPBU yang melayani jalur logistik utama dan fasilitas kesehatan. Langkah ini ditempuh agar ambulans, puskesmas, serta kendaraan pasokan sembako tidak mengalami hambatan operasional. Beberapa mobil tangki juga dikerahkan lebih awal ke titik-titik penyimpanan guna mengantisipasi potensi gangguan jalan akibat gempa susulan.
Di sisi lain, perusahaan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tangki pendam dan fasilitas SPBU. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah kebocoran yang bisa membahayakan lingkungan dan warga sekitar, sekaligus memastikan standar keselamatan tetap terpenuhi pascagempa.
Kelancaran pasokan BBM menjadi faktor kunci dalam percepatan pemulihan ekonomi di NTT. Banyak pelaku usaha kecil, seperti warung makan dan penyedia jasa transportasi, sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Dengan SPBU yang tetap beroperasi, roda ekonomi di daerah pengungsian dan sekitar lokasi gempa bisa segera bergerak kembali.
Selain memastikan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga membuka layanan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian soal ketersediaan stok. Masyarakat dapat menghubungi call center resmi atau mengecek langsung melalui aplikasi MyPertamina untuk menemukan SPBU terdekat yang masih beroperasi normal.
Peristiwa ini menjadi ujian sekaligus bukti ketangguhan operasional BUMN energi dalam menghadapi situasi darurat. Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus memperkuat sistem tanggap darurat di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah rawan bencana seperti NTT. Evaluasi berkala terhadap rute distribusi dan kesiapan awak lapangan akan terus dilakukan.
Dengan sinergi antara pekerja lapangan dan manajemen, perusahaan optimistis kebutuhan energi masyarakat NTT selama masa tanggap darurat hingga pemulihan dapat terpenuhi tanpa kendala berarti. Hal ini sejalan dengan peran BUMN sebagai penjaga stabilitas layanan publik di tengah kondisi sulit.