SULAWESI BARAT — Dua rumah berkontruksi kayu dua tingkat di Desa Karang Dapo ludes dilalap si jago merah. Rumah milik Abdul Hamid (59) dan rumah bersebelahan milik almarhum Muhamad Yunus (80) hangus beserta seluruh isinya, termasuk satu unit mobil Toyota Calya dan satu sepeda motor yang ikut terbakar di lokasi kejadian.
Kapolsek Karang Dapo AKP Rusdan S.H membenarkan peristiwa tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena kedua rumah dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.
Api pertama kali diduga muncul dari rumah Abdul Hamid yang saat itu sedang ditinggal pemiliknya pergi ke kebun. Korsleting arus listrik disebut sebagai penyebab utama, kemudian api dengan cepat merambat ke rumah almarhum Muhamad Yunus yang berada tepat di sebelahnya.
Kobaran api baru diketahui setelah Riki, anak Abdul Hamid, melihat rumah orang tuanya terbakar dan segera memberi kabar kepada sang ayah. Warga yang panik langsung berusaha memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya, namun upaya tersebut belum mampu menjinakkan bara yang terus membesar.
Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Muratara akhirnya tiba di lokasi dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WIB. Proses pemadaman yang memakan waktu hampir tiga jam itu memastikan api tidak merembet ke rumah-rumah warga lain di sekitar lokasi kejadian.
Berikut rincian kerugian material akibat kebakaran tersebut:
Total kerugian material dari kejadian ini ditaksir mencapai Rp 620 juta. Kerugian terbesar berasal dari dua unit rumah yang rata dengan tanah beserta satu unit mobil Toyota Calya yang ikut menjadi abu.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama bagi rumah-rumah yang kerap ditinggal kosong dalam waktu lama. Korsleting arus listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran pemukiman di Indonesia.