Pelajar Mamuju Hidayat Faturrahman Raih Empat Penghargaan di Vietnam, Bupati Dorong Wastra Sekomandi Mendunia

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:47:01 WIB
Hidayat Faturrahman, pelajar SMPIT Islamic School Buah Hati Mamuju, menunjukkan penghargaan yang diraihnya usai bertemu Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi di ruang kerja bupati.

MAMUJU — Nama Hidayat Faturrahman kini tercatat sebagai salah satu duta muda yang mengharumkan Sulawesi Barat di kancah dunia. Pelajar kelas II SMPIT Islamic School Buah Hati Mamuju itu berhasil meraih gelar Grand Winner, Best Social Media, 1st Runner Up Best Tourism Video Award, dan Hope Star Award dalam Grand Final World Junior Tourism Ambassador 2026 di Vietnam.

Capaian ini bukan sekadar kemenangan pribadi. Di setiap sesi kompetisi, Hidayat menyelipkan identitas budaya Mamuju, mulai dari kain sutra Mandar hingga Wastra Sekomandi khas Kalumpang.

Bupati: Prestasi Ini Membawa Nama Mamuju ke Panggung Dunia

Setelah tiba di tanah air, Hidayat menepati janjinya untuk kembali bersilaturahmi dengan Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu turut dihadiri Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana dan orang tua Hidayat, Hajjah Nirwati Yusuf.

Sitti Sutinah mengaku bangga karena Hidayat tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperkenalkan kain Sekomandi ke hadapan juri dan peserta dari berbagai negara. Menurutnya, kain tradisional asal Kalumpang ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan layak dikenal luas.

"Terima kasih Hidayat karena telah membawa kain Sekomandi ke tingkat internasional. Sekomandi merupakan kain tradisional asal Kalumpang, Mamuju, yang memiliki nilai budaya sangat tinggi. Kami sangat bangga melihat siswa seusia ini sudah mampu berprestasi di dunia internasional dan menepati janjinya untuk mengharumkan nama daerah," ujar Sitti Sutinah.

Kain Sekomandi dan Sutra Mandar Jadi Sorotan di Ajang Internasional

Keunikan penampilan Hidayat terlihat jelas pada sesi National Costume. Ia tampil mengenakan kain sutra Mandar berwarna biru dengan tema Blue Ocean Sailors, yang menggambarkan masyarakat Mandar sebagai pelaut tangguh.

Pada kompetisi High Fashion with Local Brand, Hidayat memadukan setelan jas dengan Wastra Sekomandi. Ia juga membawakan Tari I Calo Ammana I Wewang pada sesi Talent Show, yang mengisahkan perjuangan pahlawan Mandar melawan penjajahan Belanda.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dispoparekraf) Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, menilai ajang ini lebih dari sekadar kompetisi. Ia menyebutnya sebagai ruang diplomasi budaya dan promosi pariwisata yang efektif.

Harapan untuk Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Bupati Sitti Sutinah berharap keberhasilan Hidayat mampu membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Ia menilai Wastra Sekomandi memiliki potensi besar jika dikreasikan menjadi berbagai produk kerajinan.

"Ke depan, saya berharap kain Sekomandi semakin dikenal luas. Apabila dikreasikan menjadi berbagai produk kerajinan, kain ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi industri kreatif kita," lanjutnya.

Prestasi yang diraih Hidayat di Vietnam diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Mamuju untuk berani mengembangkan potensi diri. Keberanian tampil di panggung dunia, menurut Sitti Sutinah, perlu terus dibangun melalui pengalaman, kepercayaan diri, dan wawasan internasional yang luas.

Reporter: Usman Harun
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top