SULAWESI BARAT — Kegiatan ini menyasar ibu-ibu pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Mereka diajak mengenal lebih dekat berbagai produk asuransi, mulai dari perlindungan diri hingga asuransi untuk aset usaha. Tujuannya sederhana: memastikan para pengusaha mikro tidak gagal paham saat memilih produk keuangan, sekaligus mendorong mereka agar tidak ragu memanfaatkan layanan asuransi formal.
Program ini sengaja dirancang dengan pendekatan yang lebih membumi, menyasar langsung komunitas ibu-ibu yang kerap menjadi pengelola keuangan utama di rumah tangganya. BRI Insurance melihat segmen ini sebagai kunci pertumbuhan inklusi keuangan di tingkat akar rumput. Dengan pemahaman yang tepat, para ibu ini diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan literasi asuransi ke lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi dengan PNM dipilih karena lembaga tersebut memiliki jangkauan luas hingga ke pelosok melalui program pembinaan nasabahnya. Sinergi ini menggabungkan kekuatan permodalan dari PNM dengan keahlian BRI Insurance di bidang proteksi. Hasilnya, para peserta tidak hanya mendapat akses modal usaha, tetapi juga pendampingan soal pengelolaan risiko keuangan.
Selama ini, salah satu hambatan terbesar UMKM untuk mengakses asuransi adalah minimnya informasi dan rasa takut terhadap skema yang dianggap rumit. Akibatnya, ketika terjadi bencana alam, kebakaran, atau kecelakaan, banyak usaha mikro yang terpaksa berhenti beroperasi karena tidak punya dana cadangan. Program literasi ini menjawab persoalan tersebut dengan memberikan edukasi praktis yang mudah dicerna.
Para peserta diajak memahami alur klaim, besaran premi, hingga manfaat yang bisa didapatkan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan studi kasus yang dekat dengan keseharian mereka. Dengan cara ini, asuransi tidak lagi terasa sebagai beban biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk keberlangsungan usaha.
Langkah BRI Insurance ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong inklusi keuangan nasional. Semakin banyak pelaku UMKM yang terlindungi, semakin sehat pula fundamental ekonomi kerakyatan. Edukasi berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu mengejar ketertinggalan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara tetangga.
Ke depan, BRI Insurance berkomitmen memperluas jangkauan program ke kota-kota lain. Targetnya, semakin banyak ibu-ibu pelaku UMKM di berbagai daerah yang melek asuransi dan berani melindungi usahanya. Dengan begitu, roda ekonomi mikro bisa terus berputar tanpa dihantui kekhawatiran akan risiko yang tidak terduga.