Mitsubishi Eclipse Sportback EV 2027: Review Kesan Pertama di Balik Nama Ikonik yang Kini Jadi Nissan Leaf

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 23:21:31 WIB
Prototipe Mitsubishi Eclipse Sportback EV 2027 diperkenalkan dalam sesi tertutup di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Kami baru mendapat kesempatan melihat langsung eksterior prototipe Mitsubishi Eclipse Sportback EV 2027 dalam sesi tertutup. Perlu ditegaskan, ini adalah kesan awal dari pengamatan visual dan data teknis yang diberikan, bukan hasil uji kendara. Pengalaman mengemudi sesungguhnya masih menunggu kesempatan berikutnya, terutama karena kami ingin membuktikan bagaimana platform Leaf yang sudah berumur itu bertahan di bawah bendera Mitsubishi.

Keputusan Mitsubishi menghidupkan nama Eclipse—yang terakhir dipakai untuk coupe sport populer—pada sebuah crossover listrik jelas bukan tanpa risiko. Namun dari sisi strategi pasar, langkah ini masuk akal: Mitsubishi butuh EV cepat, dan Nissan punya platform serta pabrik yang siap pakai. Pertanyaannya, apakah cukup untuk memikat pembeli yang sudah punya banyak alternatif di kelas crossover listrik?

Desain: Wajah Baru Mitsubishi yang Menyembunyikan DNA Nissan

Bagian depan adalah area di mana Mitsubishi paling serius "menyulap" Leaf. Grille khas Dynamic Shield yang agresif, lampu utama sipit, dan bumper yang lebih tegas berhasil mengalihkan perhatian dari proporsi dasar yang masih khas Leaf. Dari samping, garis atap dan bentuk pintu hampir tidak berubah—ini adalah cara paling murah untuk membuat mobil baru dari platform lama.

Di bagian belakang, lampu LED menyambung selebar bodi dengan tulisan "Eclipse" di tengahnya, memberi kesan lebih modern. Sayangnya, kesan sporty dari nama Eclipse tidak terlihat sama sekali di profil kendaraan ini. Ini lebih mirip Leaf yang "dipakaikan" kostum Mitsubishi daripada sebuah mobil yang benar-benar dirancang ulang.

Spesifikasi: Satu Motor, Satu Varian, Satu Paket Opsi

Mitsubishi tidak main-main soal penyederhanaan. Eclipse Sportback hanya tersedia dalam satu level trim dengan satu pilihan paket opsi bernama Technology Package. Paket ini menambahkan atap kaca panoramik, power liftgate, audio premium Bose 10 speaker, dan roof rail untuk box atau rak barang.

  • Motor: satu unit motor listrik 214 hp penggerak roda depan
  • Paket baterai dan jarak tempuh: belum diumumkan resmi, kemungkinan besar mengikuti Nissan Leaf terbaru
  • Varian: satu trim saja, plus satu paket opsi Technology Package
  • Kompetitor langsung: Hyundai Kona Electric, Kia Niro EV, dan BYD Atto 3 di pasar global

Dengan hanya mengandalkan penggerak roda depan dan tenaga 214 hp, performa yang ditawarkan berada di kelas menengah. Ini bukan mobil untuk mencari sensasi, melainkan kendaraan harian yang efisien. Yang perlu dicatat, arsitektur Leaf sudah berusia hampir satu dekade—jadi jangan berharap teknologi pengisian daya atau manajemen baterai yang setara dengan rival Korea atau China.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Pertama, harga. Bahan yang kami terima belum menyebutkan angka resmi untuk pasar Indonesia, tapi di pasar global, Leaf dibanderol di kisaran USD 28.000–35.000. Jika masuk Indonesia, estimasi harganya bisa tembus Rp 500–600 juta—angka yang membuatnya bersaing ketat dengan Kona Electric yang sudah lebih dulu mapan di sini.

Kedua, jarak tempuh. Mitsubishi belum mengumumkan angka resmi, tapi jika mengikuti Leaf terbaru, Anda bisa berharap sekitar 240–270 km dalam kondisi dunia nyata. Untuk standar 2027, angka ini tergolong konservatif. BYD Atto 3 yang lebih murah bisa menawarkan lebih dari 400 km.

Ketiga, nilai nostalgia. Nama Eclipse membawa ekspektasi performa dan handling yang menyenangkan. Mobil ini tidak akan memenuhi ekspektasi itu. Ini adalah EV yang nyaman, praktis, dan mudah digunakan—bukan mobil yang membuat Anda ingin keluar di malam hari hanya untuk mencari jalan berkelok.

Kesimpulan Awal: Untuk Siapa Mobil Ini?

Eclipse Sportback adalah pilihan logis bagi mereka yang mengutamakan kesederhanaan dan keandalan. Satu varian berarti tidak ada kebingungan memilih, dan paket opsi tunggal memudahkan perbandingan harga antar dealer. Namun, jika Anda mencari teknologi mutakhir atau performa yang sepadan dengan nama Eclipse, mobil ini bukan jawabannya.

Kami akan memberikan penilaian final setelah menjalani sesi mengemudi dan menguji konsumsi energi serta perilaku berkendara di jalan raya. Sampai saat itu, anggap ini sebagai mobil listrik Nissan yang lebih menarik secara visual—dengan harga yang harus Anda cek ulang saat peluncuran resminya di Indonesia.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top