SULAWESI BARAT — JAKARTA — Persija Jakarta memilih Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan menghadapi musim 2026/2027. Sebanyak 28 pemain dibawa Shin Tae-yong dalam agenda tersebut, jauh berbeda dengan Persib Bandung yang menggelar TC di Bali. Langkah ini menjadi bagian dari program pelatih asal Korea Selatan itu untuk memetakan komposisi skuad terbaik Macan Kemayoran.
Keputusan membawa rombongan besar ini dinilai strategis. Shin Tae-yong ingin melihat langsung kondisi fisik dan kemampuan seluruh pemain secara menyeluruh sebelum kompetisi resmi bergulir. TC di Thailand juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi antarpemain, baik dari lini belakang hingga depan.
Persija membawa campuran pemain asing, senior, dan muda dalam skuad ini. Beberapa nama asing seperti Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Stjepan Loncar ikut serta. Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Kyohei Yoshino juga masuk daftar untuk memperkuat lini pertahanan.
Di sektor penyerang, Gustavo Almeida menjadi andalan utama. Sementara itu, nama-nama lokal seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Pratama Arhan tetap menjadi pilar penting. Kehadiran mereka diharapkan memberi keseimbangan antara pengalaman dan energi muda di lapangan.
TC ini menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda seperti Figo Dennis, Rayhan Hannan, dan Aqil Savik. Mereka berkesempatan menunjukkan kapabilitas di hadapan pelatih yang dikenal berani memberi menit bermain untuk talenta muda. Hafizh Rizkianur dan Arlyansyah Abdulmanan juga diproyeksikan menjadi bagian penting perjalanan tim musim depan.
Shin Tae-yong punya catatan cukup baik dalam mengorbitkan pemain muda. Dengan waktu TC yang panjang, ia bisa menilai siapa yang layak masuk skuad utama dan siapa yang masih perlu asah kemampuan. Komunikasi dan kekompakan menjadi fokus utama selama berada di Thailand.
Pilihan lokasi TC yang berbeda antara Persija dan Persib menunjukkan pendekatan masing-masing klub. Persib memilih Bali untuk memanfaatkan fasilitas dan cuaca yang mendukung. Persija justru mencari suasana baru di Thailand untuk menguji mental pemain menghadapi tekanan pertandingan di luar negeri.
Perbedaan ini menjadi sinyal bahwa kedua tim serius mempersiapkan diri. Persija ingin membangun fondasi yang kuat sejak awal, sementara Persib fokus pada pemantapan taktik. Keduanya punya target sama: tampil kompetitif di musim 2026/2027.