SULAWESI BARAT — Pemilihan lokasi penanaman tidak sembarangan. Di Jepara, kawasan pesisir Kedungmalang disebut sudah mengalami abrasi cukup parah, sehingga butuh penguatan garis pantai secara alami. Sementara di Manggarai Barat, lokasi penanaman berada di sekitar infrastruktur digital milik perusahaan—sebuah pengingat bahwa operasional teknologi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam.
Selain menanam, Telkom juga mengembangkan Rumah Edukasi Mangrove di Golo Sepang. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran bagi warga tentang konservasi ekosistem pesisir, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis. Ratusan relawan diterjunkan, berasal dari internal Telkom, Telkom Regional III, anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), hingga PT Telkom Akses. Mereka turun langsung ke lapangan bersama warga dan pemerintah desa setempat untuk menanam bibit.
Executive Vice President Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di sebuah wilayah harus memberi dampak nyata. "Di Telkom Regional III, kami memandang bahwa setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Bagi Telkom, program ini merupakan bagian dari pilar Save Our Planet dalam inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia. Fokusnya adalah mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan di sekitar area operasional.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menambahkan bahwa pembangunan konektivitas digital tidak boleh mengorbankan ekosistem. "Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi. Karena itu, TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaat yang dihadirkan dapat dirasakan secara berkelanjutan," katanya.
Mangrove sendiri memiliki fungsi krusial bagi kawasan pesisir. Akarnya yang rapat mampu meredam gelombang dan mencegah abrasi, menyerap karbon lebih efisien dibanding hutan tropis daratan, serta menjadi habitat alami bagi biota laut seperti kepiting dan ikan.
Telkom menyatakan penanaman ini merupakan rangkaian peringatan Hari Konservasi Mangrove Internasional (26 Juli) dan Hari Konservasi Alam Internasional (28 Juli). Dengan target 179.150 bibit yang ditanam dalam tiga tahun terakhir, perusahaan berharap kontribusinya mampu memperkuat ketahanan wilayah pantai Indonesia dan mendukung pembangunan rendah karbon.
Rehabilitasi ekosistem pesisir memang bukan pekerjaan instan. Butuh waktu bertahun-tahun bagi mangrove untuk tumbuh besar dan berfungsi optimal sebagai benteng alami. Namun, langkah awal 20.000 bibit di dua desa ini setidaknya memulai proses panjang tersebut—dengan harapan masyarakat pesisir yang paling merasakan manfaatnya kelak. (*)