MAMASA — Puluhan ibu hamil, ibu balita, dan kader PKK dari tingkat kabupaten hingga desa mengikuti sesi praktik mengolah arem-arem kaya nutrisi di Pelataran Dusun Rante, Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Selasa (4/8/2026). Mereka diajarkan memanfaatkan telur dan sayuran murah menjadi menu yang disukai anak-anak.
Kegiatan ini merupakan sinergi antara Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat. Program ini menyasar kelompok paling rentan terhadap masalah gizi, yakni ibu hamil dan balita.
Sebelum praktik memasak, para peserta menerima materi manajemen sumber daya keluarga dan penyusunan menu makanan beragam, bergizi, seimbang, serta aman. Materi ini dirancang agar setiap keluarga mampu mengoptimalkan pangan yang tersedia di sekitar rumah.
Peserta juga diberi pemahaman tentang pengurangan pemborosan pangan. Hal ini dinilai penting agar sumber daya pangan dimanfaatkan maksimal dan tidak menghasilkan sampah makanan berlebih.
Kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Edukasi ini diharapkan melahirkan generasi Sulbar yang sehat, cerdas, dan produktif.
Ketua Bidang Pokja III TP-PKK Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, membuka acara secara resmi. Ia didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Mamasa serta perwakilan Dinas Pangan Daerah Provinsi dan Kabupaten Mamasa.
Dalam sesi demonstrasi memasak, peserta mempraktikkan pembuatan arem-arem berisi telur dan sayuran. Menu ini dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, ekonomis, dan cocok untuk bekal anak.
Metode belajar sambil praktik ini sengaja dipilih agar keterampilan warga langsung terasah. Mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan di dapur masing-masing.
Sekretaris Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Agus, menegaskan bahwa keluarga memegang peran penting dalam membentuk pola makan berkualitas. Hal ini disampaikannya mewakili Kepala Dinas Suyuti Marzuki.
"Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pola makan yang berkualitas melalui pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," kata Agus dalam sambutannya.
Ia mengajak masyarakat membiasakan pola konsumsi sehat dan mengurangi pemborosan pangan. Pemanfaatan potensi pangan lokal disebutnya sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gerakan ini menargetkan perubahan perilaku konsumsi pangan masyarakat menuju pola makan lebih sehat. Pemenuhan gizi sejak dini menjadi fokus utama, terutama bagi ibu hamil dan balita.
Melalui edukasi berkelanjutan, pemerintah berharap kualitas sumber daya manusia Sulawesi Barat meningkat. Kegiatan ini menjadi fondasi pembangunan daerah yang maju dan sejahtera di masa depan.