MAMUJU — Rapat kerja antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan jajaran Rumah Sakit TK. III Punggawa Malolo menghasilkan sejumlah poin strategis terkait peningkatan mutu layanan kesehatan. Audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur itu dihadiri langsung oleh Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, beserta jajaran terkait.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan semangat kolaborasi. Fokus utama pembahasan adalah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan milik TNI tersebut.
Beberapa isu strategis mengemuka dalam audiensi tersebut. Salah satunya adalah penguatan koordinasi layanan kesehatan antara rumah sakit militer dan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Peningkatan akses pelayanan rujukan menjadi sorotan utama. Kerja sama lintas sektor juga didorong untuk mendukung sistem kesehatan yang lebih terintegrasi di Provinsi Sulawesi Barat.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Panca Daya ke-3 Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter. Penguatan layanan kesehatan yang berkualitas dan kolaboratif menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera".
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit milik TNI, merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan.
“Sinergi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, bermutu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung transformasi sistem kesehatan di Sulawesi Barat,” ujar dr. Nursyamsi.
Audiensi ini menjadi penanda pentingnya hubungan kelembagaan antara pemerintah sipil dan institusi TNI di bidang kesehatan. Kehadiran Rumah Sakit TK. III Punggawa Malolo sebagai mitra strategis diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di wilayah sekitar Mamuju.
Tidak ada rincian teknis lebih lanjut yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Namun, komitmen untuk memperkuat sinergi layanan kesehatan menjadi kesimpulan utama dari audiensi ini.
Langkah tindak lanjut dari pertemuan ini diharapkan segera terwujud dalam bentuk program kerja sama konkret antara kedua institusi.