Pemprov Sulbar Gandeng IMV Corporation Jepang Pasang Seismometer di Kantor Gubernur untuk Deteksi Dini Gempa

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:20:31 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan pemasangan seismometer di lingkungan Kantor Gubernur untuk deteksi dini gempa.

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggandeng IMV Corporation Jepang untuk membangun sistem pemantauan kegempaan yang lebih modern. Langkah ini ditandai dengan persiapan pemasangan alat seismometer di lingkungan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, yang diharapkan menjadi tulang punggung sistem peringatan dini gempa di wilayah yang dikenal aktif secara tektonik ini.

Rapat koordinasi yang mematangkan rencana tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Amir Dado. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulbar pada Senin (3/8/2026).

Bukan Sekadar Alat, Melainkan Basis Pengambilan Keputusan

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa kehadiran seismometer bukan hanya sekadar perangkat pemantau aktivitas seismik. Lebih dari itu, alat ini dirancang menjadi instrumen krusial untuk mendukung respons cepat saat bencana terjadi.

“Sistem seismometer diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data pada saat terjadi kejadian kegempaan,” kata Yasir Fattah dalam keterangannya.

Menurutnya, data akurat yang dihasilkan teknologi modern ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah mitigasi maupun prosedur evakuasi darurat. Dengan informasi yang lebih presisi, potensi korban jiwa akibat gempa bumi diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Apa Saja yang Disiapkan Sebelum Alat Terpasang?

Rapat koordinasi tersebut tidak hanya membahas titik lokasi pemasangan. Sejumlah aspek teknis krusial turut menjadi pembahasan untuk memastikan alat berfungsi optimal sejak hari pertama beroperasi.

  • Kesiapan lokasi pemasangan di lingkungan Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
  • Kebutuhan utilitas pendukung dan jaringan komunikasi data yang stabil.
  • Sistem keamanan perangkat untuk mencegah gangguan atau pencurian.
  • Dukungan operasional jangka panjang agar sistem selalu dalam kondisi prima.

Mengapa Sulawesi Barat Butuh Teknologi Ini?

Sulawesi Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang berada di kawasan tektonik aktif. Kondisi geologis ini membuat daerah tersebut rentan terhadap gempa bumi, sehingga kebutuhan akan sistem pemantauan yang responsif menjadi prioritas.

Kerja sama ini merupakan bagian dari Demonstration Project Seismometer System yang diinisiasi IMV Corporation. Keterlibatan JICA menunjukkan pendekatan kolaboratif semakin penting dalam pengurangan risiko bencana, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem mitigasi yang adaptif.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis data. Dengan teknologi pemantauan yang lebih baik, pemerintah daerah berharap dapat melindungi masyarakat dari ancaman gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Reporter: Usman Harun
Sumber: reportase.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top