SULAWESI BARAT — Xiaomi sedang bersiap membawa lini flagship terbarunya ke Indonesia. Berdasarkan data regional yang ditemukan dalam Mi Code, tiga model diprediksi masuk pasar lokal: Xiaomi 18 reguler, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max. Ketiganya dijadwalkan debut global pada September mendatang dengan membawa sistem operasi HyperOS 4 berbasis Android 17.
Yang menarik, lineup ini tidak lagi menyertakan varian Ultra. Posisi model tertinggi kini ditempati oleh 18 Pro Max, sebuah perubahan strategi yang cukup berani dari Xiaomi.
Varian standar dengan nama kode Madrid ini membawa peningkatan signifikan di sektor daya tahan. Kapasitas baterainya mencapai 7.200 mAh dengan dukungan fast charging 100W dan wireless charging 50W. Chipset yang digunakan adalah Snapdragon 8 Elite Gen 6 terbaru.
Keputusan paling kontroversial ada di sektor kamera. Xiaomi 18 hanya dibekali dua kamera belakang: sensor utama 200 MP dan lensa ultrawide. Tidak ada lensa telephoto sama sekali di model reguler ini, sebuah langkah berani yang bisa menjadi kelemahan di kelasnya.
Nomor model 2611FPNFAG dan M311AD tercatat untuk pasar global, dengan daftar distribusi mencakup China, India, Eropa, Turki, Indonesia, Taiwan, Rusia, dan Jepang.
Xiaomi 18 Pro hadir dengan nama kode Venice dan identitas internal Q1. Model ini menandai kembalinya seri Pro ke pasar global setelah absen sekitar tiga tahun. Menariknya, India tidak masuk dalam daftar negara tujuannya, sementara Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar sasaran.
Spesifikasinya lebih lengkap dari varian reguler. Baterai berkapasitas 7.000 mAh dengan fast charging 100W dan wireless charging 50W. Sektor kameranya menggunakan tiga lensa: kamera utama SmartSens 200 MP 1/1,28 inci, ultrawide 50 MP, dan telephoto 200 MP dengan sensor ISOCELL HP5.
Chipset yang digunakan adalah Snapdragon 8 Elite Gen 6 atau versi lebih tinggi yang kemungkinan disebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Model tertinggi ini punya nama kode HongKong dan identitas internal Q5. Xiaomi 18 Pro Max membawa baterai jumbo 8.500 mAh dengan fitur pengisian daya yang sama seperti dua model lainnya.
Di sektor fotografi, ketiga kameranya masing-masing 200 MP untuk kamera utama dan telephoto, plus 50 MP untuk ultrawide. Kamera utamanya disebut menggunakan sensor SmartSens SCC90XS yang mendukung LOFIC HDR 3.0, teknologi yang dirancang untuk menjaga detail di area terang dan gelap secara bersamaan.
Menurut laporan Ximitime, varian Ultra ditiadakan karena kenaikan biaya komponen yang signifikan. Jika tetap dipaksakan meluncur, harga Xiaomi 18 Ultra berpotensi menembus USD 2.000 atau sekitar Rp 36 jutaan.
Xiaomi memilih menghadirkan Pro Max sebagai varian tertinggi untuk menjaga harga tetap masuk akal. Namun, perlu dicatat bahwa penamaan "Pro Max" belum dikonfirmasi resmi dan bisa berubah saat peluncuran nanti.
Ada beberapa catatan penting sebelum kamu memutuskan menunggu seri ini:
Xiaomi belum mengungkap jadwal resmi peluncuran. Jika data dalam Mi Code akurat, ketiga model ini berpeluang mendarat di Indonesia setelah debut globalnya pada September mendatang. Yang jelas, kompetisi flagship di pasar lokal akan semakin menarik dengan kehadiran trio Xiaomi 18 Series.