Gempuran Mobil Listrik China, FTI Thailand Desak Aturan Kandungan Lokal Diperketat demi Selamatkan Industri

Penulis: Vino Bastian  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41:02 WIB

SULAWESI BARAT — Ketua Automotive Industry Club FTI, Suwat Supakandechakul, menegaskan bahwa komponen seperti jok, kabel kelistrikan, dan kaca depan sudah mampu diproduksi di dalam negeri. Menurutnya, penggunaan komponen lokal dalam skala besar bisa menekan biaya produksi dan menjaga daya saing. “Pemerintah harus mendorong penggunaan komponen-komponen tersebut, dan biayanya dapat dijadikan sebagai pengurang pajak,” ujarnya kepada Bangkok Post, Jumat (24/7/2026).

Kekhawatiran Transshipment dan Tarif Amerika

Dorongan meningkatkan kandungan lokal juga berakar pada regulasi perdagangan internasional. Amerika Serikat kini menyoroti praktik transshipment—perakitan kendaraan di Thailand yang didominasi komponen impor dari China. Suwat menyebut Washington berpotensi mengenakan tarif masuk lebih tinggi terhadap produk ekspor asal Thailand jika praktik itu terus berlanjut.

FTI saat ini berdiskusi dengan komite parlemen untuk merumuskan aturan kandungan lokal yang lebih ketat. Komponen bernilai tinggi seperti sasis yang sudah diproduksi di Thailand dijadikan prioritas. Kewajiban menyerap komponen lokal untuk produsen BEV asing diharapkan bisa diterapkan setara dengan yang dibebankan pada produsen kendaraan ICE.

Restrukturisasi Pajak dan Kampanye Beli Lokal

Presiden Thai Automotive Industry Association (TAIA), Yuphin Boonsirichan, mendesak restrukturisasi pajak cukai khusus untuk mobil listrik impor utuh. Kebijakan proteksi ini diharapkan memberi ruang napas bagi produsen dan pemasok komponen dalam negeri. Usulan serupa sebelumnya juga disuarakan oleh Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT) dan Thai Auto-Parts Manufacturers Association (TAPMA).

Sebagai langkah tambahan, TAIA mengusulkan kampanye nasional untuk mendorong masyarakat membeli mobil yang dirakit di dalam negeri. Stimulus berupa pengurangan pajak penghasilan pribadi bagi pembeli EV rakitan lokal tengah dikaji. Instansi pemerintah juga disarankan memprioritaskan armada kendaraan listrik lokal untuk memperkuat ekosistem otomotif Thailand.

Tanpa intervensi kebijakan, industri komponen lokal terancam PHK dan penurunan kapasitas produksi. Thailand selama ini menjadi basis manufaktur otomotif utama di Asia Tenggara, namun gempuran mobil listrik China harga murah mulai menggerus posisi itu.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top