SULAWESI BARAT — Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan proses rekrutmen akan dilakukan melalui panitia seleksi (pansel) yang tengah dipersiapkan. "Bakal ada kepala eksekutif pengawas bursa mineral dan komoditas strategis yang baru. Kalau minat pada daftar, daftarnya ke pansel," ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pansel untuk posisi ini akan dibentuk dalam waktu dekat. Friderica menekankan, selain menunjuk kepala eksekutif, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan OJK. "Banyak yang harus disiapkan, terutama infrastruktur kemudian peraturan. Paling tidak POJK-nya juga sudah harus ada," jelasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa persiapan teknis dan regulasi tengah berjalan paralel dengan proses seleksi. Pasar modal dan pelaku industri komoditas kini menanti kepastian aturan turunan dari OJK yang akan menjadi landasan operasional bursa.
Pembentukan bursa ini bukan tanpa alasan. Friderica menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Menurutnya, hal ini bisa menjadi modal untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan mineral dan komoditas strategis, baik di tingkat regional maupun global.
"Ini juga sesuatu yang kita lihat sangat dahsyat potensinya ya, di mana Indonesia ini memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat perdagangan mineral dan komoditas strategis di Indonesia dan juga global tentu saja," tutur Kiki, sapaan akrabnya.
Kehadiran bursa mineral dan komoditas strategis diharapkan memberikan dampak positif bagi ekosistem bisnis. Bagi pelaku usaha di sektor pertambangan dan komoditas, bursa ini bisa menjadi alternatif tempat bertransaksi yang lebih teratur dan transparan. Sementara bagi investor, instrumen ini membuka peluang diversifikasi portofolio ke aset riil yang selama ini perdagangannya mungkin masih terbatas.
Namun, kesuksesan bursa ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan regulasi yang dirancang OJK dalam dua tahun ke depan. Investor dan pelaku pasar masih menunggu detail lebih lanjut mengenai mekanisme perdagangan dan komoditas apa saja yang akan masuk dalam bursa tersebut.