SULAWESI BARAT — Saham Tesla (TSLA) kembali bergerak volatil pada awal pekan ini. Dibuka di $404,61, harga langsung tertekan hingga menyentuh level terendah harian di $391,37 sebelum akhirnya ditutup di $393,06. Posisi ini melanjutkan koreksi setelah saham sempat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2026 di $427,10 pekan lalu.
Pelemahan 3,6% dalam sehari tergolong wajar untuk saham yang volatilitasnya di atas rata-rata saham teknologi lain di Nasdaq. Analis melihat koreksi ini lebih sebagai konsolidasi wajar setelah reli tajam, bukan indikasi pembalikan tren jangka panjang.
Dalam empat minggu terakhir, TSLA masih mencatat kenaikan 2,42%. Lonjakan tahunan 41,65% didorong oleh ekspansi layanan robotaxi yang sudah beroperasi di Miami dan uji coba teknis Cybercab yang terus berjalan di Austin, Texas. Kombinasi narasi teknologi otonom dan performa pengiriman kendaraan menjadi dua faktor utama yang dipantau analis dalam menilai valuasi Tesla saat ini.
Di China, pengiriman wholesale Model 3 dan Model Y dari pabrik Shanghai pada Juni mencapai 89.091 unit, naik 24,4% secara tahunan. Ini menjadi bulan kedelapan berturut-turut pertumbuhan tahunan. Namun angka tersebut masih kalah jauh dibandingkan BYD yang membukukan penjualan wholesale kendaraan energi baru sebanyak 403.472 unit pada Juni, naik 5,46% secara tahunan.
Yang lebih mengejutkan adalah Leapmotor. Produsen EV lokal China itu mencatat lonjakan pengiriman 95% secara tahunan menjadi 93.376 unit pada Juni — sebuah rekor bulanan baru. Angka ini bahkan melampaui volume Tesla di China untuk bulan yang sama, menegaskan bahwa persaingan di segmen kendaraan listrik China semakin ketat.
Sebagai respons, Tesla dikabarkan tengah menyiapkan varian baru Model Y Performance khusus pasar China. Varian ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 250 km per jam, penggerak dual motor all-wheel drive, dan pelek 21 inci.
Secara jangka menengah, performa saham Tesla masih positif. Namun investor perlu mencermati dinamika pasar China yang semakin sengit. Dengan BYD dan Leapmotor terus mencetak rekor penjualan, dominasi Tesla di pasar EV terbesar dunia mulai terancam. Laporan keuangan kuartal kedua yang akan dirilis dalam waktu dekat akan menjadi ujian berikutnya bagi sentimen pasar terhadap TSLA.
*Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli saham memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.