SULAWESI BARAT — Prancis memang tak bermain sempurna, tapi mereka tetap terlalu tangguh bagi Maroko. Sempat dibuat frustrasi oleh kiper lawan, Yassine "Bono" Bounou, yang menepis tendangan penalti Mbappe di menit pertama, Prancis akhirnya menemukan ritme di babak kedua.
Mbappe menebus kegagalannya dengan aksi individu kelas dunia. Pada menit ke-60, ia menerima bola di sisi kiri, memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan melengkung yang tak terjangkau Bono. Gol kedelapannya di GWC ini membuat pertandingan berubah drastis.
Enam menit berselang, Bono kembali melakukan blunder. Tembakan Ousmane Dembele yang seharusnya bisa diamankan justru lolos dari sela-sela jari kiper Maroko itu. Skor 2-0 bertahan hingga akhir.
Pelatih Didier Deschamps menepis kritik terhadap kaptennya usai pertandingan. "Banyak orang bilang Kylian itu diktator, hanya memikirkan dirinya sendiri," ujar Deschamps. "Dia kapten dan dia teladan."
Mbappe sempat terlihat mengompres pergelangan kakinya dengan es, namun Deschamps memastikan kondisinya fit untuk semifinal melawan Spanyol atau Belgia pada Selasa mendatang di Dallas.
Prancis akan menunggu pemenang laga Spanyol vs Belgia yang berlangsung Jumat dini hari. Spanyol belum kebobolan satu gol pun dalam lima pertandingan, sementara Belgia seperti "zombie" yang tak pernah mati. Tapi jika ada yang bisa menghentikan mereka, Mbappe-lah jawabannya.
Pemain berusia 25 tahun itu kini memburu treble: gelar GWC, Sepatu Emas, dan rekor pencetak gol sepanjang masa turnamen. Satu hal yang pasti: ini adalah Piala Dunia milik Mbappe, kita hanya menontonnya.