MAMUJU — Suasana mencekam menyelimuti Dusun Tanjung Batu, Desa Sumare, Mamuju, saat si jago merah melahap kawasan hutan dan lahan seluas sekitar satu hektare, Selasa (7/7) pukul 20.00 WITA. Aparat dari tingkat provinsi hingga desa langsung dikerahkan untuk mencegah api menjalar ke area permukiman warga dan lahan produktif.
Begitu laporan masuk melalui Pusdalops, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi darurat. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa arahan Gubernur Suhardi Duka sangat jelas: api harus segera dikendalikan.
"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Semalam kami satukan kekuatan dengan Damkar Provinsi, Damkar Kabupaten Mamuju, TNI, Polri, serta Pemerintah Desa Sumare untuk melakukan pemadaman massal dan pendinginan area," ujar Yasir, Rabu (8/7).
Petugas menghadapi sejumlah kendala saat proses pemadaman. Kondisi malam hari yang minim penerangan serta hembusan angin yang berpotensi memindahkan titik api menjadi tantangan terbesar di lapangan. Meski demikian, pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya ledakan api baru.
Hingga berita ini diturunkan, kobaran api masih terlihat di beberapa titik. Namun, petugas optimistis kebakaran dapat dilokalisasi dan tidak meluas ke area lain.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak tercatat adanya korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, tim investigasi masih menyelidiki penyebab pasti munculnya api. Diduga, kebakaran dipicu oleh faktor cuaca ekstrem atau aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan.
Data kerusakan lingkungan dan taksiran kerugian material masih dalam proses pendataan dan validasi oleh petugas di lokasi kejadian. BPBD Sulbar memastikan posko darurat akan tetap berdiri hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.
Masyarakat di Dusun Tanjung Batu dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada. Musim kemarau saat ini membuat kondisi vegetasi sangat rentan terbakar. Warga diminta segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru di sekitar lingkungan mereka. (H-2)