Hyundai Bocorkan 4 Model Baru untuk GIIAS 2026, Termasuk MPV Listrik 7 Penumpang Rakitan Lokal

Penulis: Usman Harun  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 13:22:01 WIB
Hyundai siap pamerkan 14 kendaraan, termasuk empat model baru di GIIAS 2026.

SULAWESI BARAT — COO HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa total ada 14 unit kendaraan yang akan dipajang di area pameran. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan model anyar yang belum pernah diperkenalkan ke publik sebelumnya. "Kali ini kami menyiapkan 14 kendaraan yang akan kita display, dan akan ada empat model baru yang kita perkenalkan," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara.

Empat Model Baru: SUV Hybrid, MPV Hybrid, hingga EV 7-Seater Lokal

Fransiscus merinci keempat model baru tersebut mencakup segmen SUV hybrid, SUV listrik, MPV hybrid, dan MPV listrik. Namun, ia menekankan bahwa kendaraan yang paling spesial adalah mobil listrik tujuh penumpang yang diproduksi secara lokal di Indonesia. "Ada SUV yang hybrid dan ada SUV yang listrik. Kemudian juga ada MPV yang hybrid dan EV, tapi yang paling spesial adalah yang 7-seater EV dan produksi dalam negeri di Indonesia," jelasnya.

Langkah ini menegaskan komitmen Hyundai untuk memperkuat basis produksi di Tanah Air, sekaligus menjawab permintaan pasar akan kendaraan ramah lingkungan berkapasitas besar. Dengan hadirnya MPV listrik 7 penumpang buatan lokal, Hyundai menjadi salah satu pabrikan pertama yang menawarkan opsi elektrifikasi di segmen yang selama ini didominasi mesin konvensional.

Ioniq 9 dan Ioniq 3: Dua Strategi Berbeda di GIIAS 2026

Selain keempat model baru, Hyundai juga akan menghadirkan Ioniq 9. SUV listrik besar ini sebelumnya sudah diperkenalkan kepada publik Indonesia pada Maret 2026 dan rencananya akan dipajang di GIIAS. Kehadirannya menjadi sinyal bahwa Hyundai serius membawa jajaran kendaraan listrik flagship ke pasar premium Tanah Air.

Yang menarik perhatian adalah kehadiran Ioniq 3 edisi khusus. Berbeda dengan model lain yang langsung diluncurkan, Ioniq 3 masih dalam tahap pengenalan. Fransiscus menjelaskan, Hyundai ingin melihat animo masyarakat terhadap hatchback listrik tersebut terlebih dahulu. "Ioniq 3 itu special edition, kita sedang melihat animo masyarakat di Indonesia, jika bagus, kita akan pertimbangkan untuk masuk di Indonesia," imbuhnya. Ia menambahkan bahwa respons awal terhadap kendaraan ini terbilang positif, bahkan sempat viral di media sosial.

Mengapa Ioniq 3 Hanya Sebatas Pengenalan?

Keputusan untuk tidak langsung meluncurkan Ioniq 3 menunjukkan pendekatan hati-hati Hyundai terhadap segmen hatchback listrik. Pasar mobil listrik di Indonesia masih didominasi model SUV dan MPV, sementara hatchback listrik belum teruji daya tariknya. Dengan membawa Ioniq 3 sebagai "pengukur suhu", Hyundai bisa mengumpulkan data respons konsumen secara langsung sebelum memutuskan untuk melakukan investasi pemasaran lebih lanjut.

Jika animo masyarakat terbukti tinggi, bukan tidak mungkin Ioniq 3 akan menjadi model berikutnya yang diproduksi secara lokal. Langkah ini mirip dengan strategi Hyundai saat pertama kali memperkenalkan Ioniq 5 beberapa tahun lalu, yang kemudian sukses dan dirakit di pabrik Cikarang.

GIIAS 2026: Ajang Pembuktian Strategi Elektrifikasi Hyundai

GIIAS 2026 akan menjadi panggung utama bagi Hyundai untuk memamerkan portofolio elektrifikasinya yang paling lengkap. Mulai dari MPV listrik buatan lokal yang menjadi primadona, Ioniq 9 sebagai flagship, hingga Ioniq 3 yang masih misterius. Kehadiran model hybrid di segmen SUV dan MPV juga menunjukkan bahwa Hyundai tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi mesin pembakaran internal, melainkan menawarkan transisi bertahap bagi konsumen yang belum siap beralih penuh ke listrik.

Dengan empat model baru dan satu model pengenalan, pameran yang akan digelar tahun depan dipastikan menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh penggemar otomotif Tanah Air. Publik tinggal menunggu kejutan apa lagi yang akan dihadirkan Hyundai di booth-nya nanti.

Reporter: Usman Harun
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top