PLN Amankan Tambahan Pasokan Batu Bara 16,8 Juta Ton, Dorong Kapasitas Listrik Jawa Tembus 40,9 GW

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:53:02 WIB
PLN amankan tambahan pasokan batu bara 16,8 juta ton untuk mendukung kapasitas listrik Jawa.

SULAWESI BARAT — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan tambahan pasokan tersebut diperoleh dari alokasi khusus yang diberikan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat industri dan permukiman padat penduduk.

"Untuk tahun 2026 ini, ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi yaitu 4.500 kalori ke atas," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (3/7).

Jadwal Pasokan: 1,8 Juta Ton di Juli, 3 Juta Ton per Bulan Setelahnya

Darmawan merinci, tambahan pasokan pada Juli 2026 mencapai 1,8 juta ton. Jumlah tersebut bersifat on top atau di luar pasokan eksisting yang sudah berjalan.

Memasuki periode Agustus hingga Desember 2026, PLN akan menerima tambahan pasokan sebesar 3 juta ton setiap bulannya. "Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari eksisting supply untuk bulan Juli, dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember," imbuh dia.

Dampak Langsung: Sistem Kelistrikan Jawa Lebih Andal

Dengan tambahan batu bara ini, kapasitas daya mampu pasok sistem kelistrikan nasional diproyeksikan meningkat signifikan. Darmawan menjelaskan, saat ini kapasitas eksisting mencapai 35,9 GW. Dengan tambahan 5 GW, total kapasitas menjadi 40,9 GW.

"Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," beber dia.

Keandalan sistem ini diharapkan mampu menjamin pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri secara lebih optimal. PLN memastikan pasokan batu bara berkalori tinggi ini akan digunakan untuk pembangkit-pembangkit strategis di Jawa yang membutuhkan efisiensi dan stabilitas pembakaran tinggi.

Tambahan pasokan ini sekaligus menjadi bantalan bagi PLN di tengah fluktuasi harga komoditas dan risiko gangguan rantai pasok global. Dengan kepastian alokasi dari pemerintah, perusahaan setrum pelat merah itu bisa lebih leluasa merencanakan operasional pembangkit hingga akhir 2026.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top