Mazda EZ-6 Dipastikan Masuk Indonesia Tahun Ini, Sedan Listrik Hasil Kolaborasi dengan Changan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 04:57:01 WIB
Mazda EZ-6, sedan listrik hasil kolaborasi dengan Changan, dipastikan masuk pasar Indonesia tahun 2026.

SULAWESI BARAT — Kepastian kehadiran Mazda EZ-6 disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) PT EMI sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, di Bogor, Rabu (1/7/2026). "Kita akan membawa kita punya EV (Electric Vehicle) yang dirakit Changan, itu betul. Memang kita akan segera masukkan yang itu," ujarnya. Ricky menambahkan, peluncuran akan terjadi pada tahun ini juga.

Publikasi Kompas.com sebelumnya melaporkan bahwa model ini sempat dipamerkan di Changan Global R&D Center, Chongqing, China. Bukan tanpa alasan, EZ-6 merupakan produk joint venture Changan-Mazda yang dikembangkan di atas platform EPA1 milik Changan. Platform yang sama juga digunakan oleh sedan listrik Deepal L07, sehingga keduanya memiliki proporsi bodi dan dimensi yang serupa.

Sentuhan Kodo Design di Atas Platform Changan

Meski berbagi basis teknis, Mazda tetap membubuhkan ciri khas desainnya. Bahasa Kodo Design diterjemahkan melalui gril tertutup khas mobil listrik dan lampu depan berdesain ramping yang tajam. Hasilnya, EZ-6 memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.485 mm, serta jarak sumbu roda 2.895 mm.

Dua Varian: Listrik Murni dan Range Extender

Mazda EZ-6 mengusung penggerak roda belakang (RWD) dengan motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 190 kW atau sekitar 254 Tk dan torsi 320 Nm. Untuk varian listrik murni (BEV), baterai berkapasitas 68,8 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Selain versi BEV, Mazda juga menyiapkan varian Range Extended Electric Vehicle (REEV). Dengan konfigurasi ini, mobil tetap digerakkan motor listrik, namun ada mesin kecil yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat daya menipis—solusi praktis untuk mengatasi range anxiety di perjalanan jauh.

Strategi Baru yang Terbukti di China

Kolaborasi dengan Changan menjadi strategi baru Mazda setelah model EV sebelumnya seperti MX-30 dan CX-30 EV kurang sukses di pasar global. Kini, dengan memanfaatkan platform lokal, Mazda mulai menuai hasil. Data China EV DataTracker mencatat, Mazda membukukan pengiriman 91.061 unit sepanjang April 2025 hingga Maret 2026—melampaui target internal 76.000 unit. Penjualan EZ-6 dan EZ-60 bahkan menyumbang lebih dari 40 persen total penjualan bulanan Mazda pada kuartal pertama 2026.

Kapan Meluncur di Indonesia? GIIAS 2026 Jadi Kandidat Terkuat

Mengacu pada pernyataan Ricky Thio, Mazda diperkirakan akan memperkenalkan EZ-6 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar mulai 29 Juli 2026. Untuk pasar China, Mazda EZ-6 dibanderol 139.800-179.800 yuan atau setara Rp 312 juta hingga Rp 402 juta. Harga untuk pasar Indonesia masih dirahasiakan, namun patokan tersebut bisa menjadi gambaran awal bagi calon konsumen.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top