SULAWESI BARAT — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengungkapkan progres pendalaman alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai sudah mencapai 6,5-6,6 meter. Target yang dikejar adalah 12 meter, sesuai standar internasional.
"Apabila kedalaman tersebut tercapai, kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar di Pelabuhan Pulau Baai," ujar Teuku usai inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu di kantor Pelindo Regional 2 Bengkulu, Selasa (30/6/2026).
Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pelindo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU). Isinya, begitu kedalaman alur melebihi 11 meter, seluruh komoditas ekspor unggulan Bengkulu — mulai dari batu bara, kopi, karet, kelapa, hingga hasil perikanan — wajib dikirim melalui pelabuhan ini.
Selain masalah kedalaman, DPRD juga menyoroti kondisi jalan menuju kawasan pelabuhan yang rusak parah. Jalan itu merupakan aset Pelindo, namun masyarakat kerap mengeluhkannya ke DPRD karena dianggap jalan provinsi.
Teuku mengatakan Pelindo sudah memastikan pembangunan jalan akan memasuki proses lelang. "Targetnya sekitar September mulai dikerjakan dan diharapkan selesai pada triwulan pertama tahun depan," katanya.
Selama konstruksi berlangsung, DPRD berencana berkoordinasi dengan Komando Resor Militer (Korem) untuk membangun jembatan darurat. Jalur evakuasi itu akan menjadi akses alternatif bagi warga, sehingga tidak perlu melewati jalan utama pelabuhan yang nantinya akan diberlakukan sistem buka-tutup.