SULAWESI BARAT — Zyovanni Satya Negara, pemilik Aletra L8 EV, membagikan pengalamannya setelah menempuh jarak 60.000 kilometer dalam lima bulan. Ia mengaku langsung jatuh hati pada ruang kabin yang lapang sejak pertama kali mengemudikan mobil tersebut.
Menurut Zyovanni, konfigurasi kursi kapten di baris kedua tidak mengurangi kapasitas penumpang. Baris ketiga masih muat untuk tiga orang dewasa, sehingga total kapasitas tetap tujuh penumpang.
"Walaupun captain seat, tetap tujuh penumpang. Baris ketiganya masih bisa dipakai tiga orang," ujar Zyovanni kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026).
Selain lega, bantalan jok disebut mampu menopang tubuh dengan baik, termasuk area paha depan. Hal ini membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman tanpa cepat pegal.
Berbeda dengan kebanyakan mobil listrik China yang cenderung agresif, Aletra L8 EV justru menawarkan akselerasi yang lebih halus. Zyovanni merasakan adanya jeda respons saat pedal gas diinjak, mirip dengan mobil bermesin bensin.
"Kalau injak gas, dia tidak langsung menghentak. Ada jeda sedikit seperti mobil bensin," katanya.
Karakter setir juga mendapat pujian. Umpan balik kemudi terasa natural, tidak terlalu ringan seperti beberapa EV lain. Bahkan, Zyovanni menyebut rasanya mirip dengan Toyota Innova.
"Rasanya mirip Innova. Setirnya enak dan bisa diatur mau ringan atau lebih berat," ujarnya.
Kombinasi antara respons pedal gas yang tidak menghentak dan setir yang familiar membuat transisi dari mobil konvensional ke mobil listrik terasa alami. Bagi pengguna yang khawatir dengan perbedaan drastis karakter EV, Aletra L8 EV menawarkan pengalaman yang lebih mudah diadaptasi.
Dengan jarak tempuh 60.000 kilometer dalam waktu singkat, pengalaman Zyovanni menjadi bukti nyata bahwa MPV listrik ini mampu diandalkan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jauh tanpa mengorbankan kenyamanan.